WNI Terdampak Gempa Magnitudo 7,4 di Ishikawa Mengungsi ke Masjid

Suara.com – Masjid yang berada di Prefektur Ishikawa, Jepang menjadi salah satu tempat pengungsian warga usai gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah tersebut pada jam 16.10 waktu setempat.

Seorang WNI di Jepang, Dian Novitasari mengemukakan saat ini bersama keluarganya telah mengungsi di Masjid Kanazawa, setelah gempa menggoyang kawasan Semenanjung Noto.

Dian mengemukakan, sebelum memutuskan mengungsi, dirinya berada di luar apartemen. Saat kembali ke tempat tinggalnya di lantai 3, ia sempat melihat sejumlah barang-barang hancur berantakan.

“(Peralatan) dapur tumpah semua, kaca rias pecah,” katanya.

Lantaran bunyi peringatan terus menyala, ia dan keluarga memutuskan untuk segera mengungsi.

“Tadi saya pulang, mixer menyala berputar-putar, kaca-kaca terbuka sebagian, televisi semua jatuh ke lantai,” katanya.

Untuk saat ini, ia mengemukakan, ada 12 orang lain dan keluarganya yang mengungsi ke masjid tersebut. Pilhan mengungsi di masjid diputuskannya karena lokasi yang lebih tinggi daripada kawasan lainnya.

“Ada juga WNI yang mengungsi di aula-aula publik milik pemerintah setempat,” katanya.

Selain di Ishikawa, guncangan gempa yang dahsyat juga sempat dirasakan WNI di prefektur lain seperti Tottori. Selain itu, sejumlah WNI di Prefektur Toyama juga tengah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Saat ini masih terjadi gempa susulan dan berpotensi tsunami. Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa tinggi tsunami bisa mencapai lima meter. Gelombang tsunami akibat gempa tersebut kemungkinan bisa menjangkau 300 kilometer dari pusat gempa.

 

Updated: Januari 1, 2024 — 12:46 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *